Fory Naway Sebut Peran Keluarga Ujung Tombak Dalam Mencegah Peredaran Narkoba

Oleh: Novawaty Kansil, S.Pd., M.Pd . 12 Mei 2022 . 22:23:37

Gorontalo - Ancaman bahaya narkoba menjadi masalah serius bagi masa depan bangsa Indonesia termasuk di Gorontalo.  Pasalnya, ancaman dan peredaran narkoba saat ini tidak hanya terpusat di masyarakat perkotaan saja. Melainkan, mulai merambat hingga ke masyarakat pedesaan.

Untuk melawan bahaya Narkoba tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo, Prof. Dr. Fory Armin Naway, M.Pd berharap, peran keluarga menjadi ujung tombak dalam mencegah anggota keluarganya, agar tidak terjerumus kedalam barang haram tersebut.

Harapan tersebut disampaikan Guru Besar tetap pada Jurusan MP FIP UNG itu saat menjadi pemateri kegiatan rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba yang berlangsung di Hotel Maqna Kota Gorontalo, Kamis (12/05/2022).

Adapun materi yang diangkat oleh Bunda PAUD Kabupaten Gorontalo itu adalah "Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Keluarga".

Namun, lanjut Fory Naway, hal yang paling utama yang harus digerakkan untuk mencegah narkoba ini adalah dari pendidikan keluarga itu sendiri. Karena kepedulian orang tua menjadi faktor penting dalam mencegah keluarga dari barang haram yang setiap saat menjadi ancaman bagi siapa saja.

“Perhatian orang tua itu, penting bagi anak-anak yang masuk usia yang ingin cenderung coba-coba. Karena mulai dari coba-coba, menjadi awal rusaknya masa depan anak bangsa kedepan”

“Untuk mencegahnya yang harus diperkuat adalah pendidikan keluarga, pendidikan karakter dan pemahan agama yang terus di tingkatkan,” terang  Fory Naway

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gorontalo, Roy Bau mengingatkan bahwa penjualan bahan adiktif seperti lem fox, ehabon, kastol, dan lem lain sejenisnya yang bisa memabukkan, harus mendapat pengawasan ketat dari pihak-pihak terkait khususnya pemerintah.

Menurut Roy, ada beberapa jenis lem tersebut yang sudah sering disalahgunakan oleh orang-orang tertentu untuk keperluan mencari sensasi.

“Penjualan lem seperti ini harus mendapat pengawasan dari pihak-pihak terkait khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag),” tandasnya.

Acara yang dibuka langsung oleh Kepala BNNP Gorontalo, Sukandar itu diikuti oleh sejumlah peserta dari pelaku UMKM, perwakilan bank, serta perusahaan media cetak, radio,dan eletronik. (NK)

Agenda

13 April 2022

Vaksin Tahap III (Booster) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

-

1 April 2022

Pembukaan Pedagogika Kompetisi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

-

17 Maret 2022

Workshop monitoring dan evaluasi pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pengukuran kinerja dan diseminasi hasil survei Zona Integritas FIP UNG tahun 2022

-

10 Maret 2022

Pendampingan Akreditasi Jurnal di Lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan

Narasumber: Prof. Dr. Irwansyah, S.H., M.H (Dosen Universitas Hasanuddin dan Asesor Jurnal Kemenristek-BRIN)