Kadis PUPR Kota Gorontalo Tinjau Drainase yang Sering Sebabkan Banjir di Fakultas Ilmu Pendidikan

Oleh: Novawaty Kansil, S.Pd., M.Pd . 9 Juli 2021 . 08:27:41

Gorontalo – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Gorontalo Dr. Eng. Rifadli Bahsuan, S.T., M.T didampingi Dekan Fakultas Ilmu pendidikan Dr. Arwildayanto, M.Pd meninjau langsung lokasi drainase depan kampus Fakultas Ilmu Pendidikan yang sering menyebabkan banjir ketika curah hujan yang relatif tinggi. Selasa, (6/7/2021)

Arwildayanto mengatakan kunjungan Kadis PUPR ini dalam rangka merespon keluhan dari warga FIP UNG atas banjir akibat proyek pembagunan drainase yang baru di depan kampus Fakultas Ilmu Pendidikan, “jadi selama adanya drainase yang baru ini dampaknya sampai ke FIP, dalam hitungan jam ketika curah hujan tinggi, ketinggian air melampaui ambang batas sehingga banjir secara mendadak masuk ke dalam perpustakaan, tentu kondisi ini menjadi sesuatu yang tidak baik yang akan menggangu aktivitas kita dalam memberikan layanan”, ungkapnya.

Lebih lanjut lagi, Arwildayanto mengatakan “keluhan ini sudah disampaikan kepada Wali Kota Gorontalo bapak Marten Taha ketika pada pertemuan pimpinan UNG dengan DEWAS, karena kebetulan juga pak Marten sebagai ketua DEWAS UNG”. Dan secara personal disampaikan kepada kadis PUPR, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama kadis PUPR langsung merespon keluhan ini dengan baik, dengan datang langsung melihat kondisi Fakultas Ilmu Pendidikan dan apa saja faktor penyebabnya banjir ketika turun hujan ekstrim tersebut.

Kadis PUPR Rifadli Bahsuan mengatakan “kemungkinan besar timbulnya luapan air ini akibat penumpukan sampah di dalam drainase, sehingga dalam waktu dekat beliau berjanji akan melakukan pembersihan dan pengerukan drainase sekaligus akan membuat lubang masuk air ke drainase dari Fakultas Ilmu Pendidikan, dan akan membuka beberapa titik lubang drainase yang tertutup sehingga air tidak akan bertahan lama atau tergenang yang menyebabkan banjir di Fakultas Ilmu Pendidikan”. Tuturnya  

Sementara itu, Arwildayanto berharap dan mengusulkan agar kiranya pihak pemerintah kota dapat menyiapkan satu proyek yang namanya pengendalian banjir dengan sistim pompanisasi, karena UNG dan jalan sudirman berada pada posisi yang lebih rendah dari permukaan laut sehingga airnya kapan saja bisa masuk ke lokasi ini, “karena kalau kita belajar dari Jepang dan Kota Jakarta, Jakarta itu lebih rendah dari permukaan laut tetapi dengan bantuan pompanisasi, pengendalian banjir akan tetap bisa dilakukan pada tempat-tempat tertentu. Sistem pompanisasi ini untuk mendorong air pada titik-titik tertentu untuk dialirkan, jadi pada titik tertentu di masukkan lalu di tarik lagi dengan pompa pada titik yang lain. Dengan sistem pompanisasi ini drainase akan tetap kering dan akan membantu pengurangan air bertahan lama, karena memang kalau air bertahan lama atau tergenang lebih dari 4 jam bisa menjadikan sumber penyakit seperti malaria, “dan itu kita sudah rasakan kemarin akibat banjir dan air lama tergenang, banyak sekali nyamuk di lantai 3 dan lantai 2 kantor Fakultas Ilmu Pendidikan”.

Arwildayanto mengapresiasi dan berterimakasih kepada pemerintah kota yang sudah merespon ini dengan baik, semoga langkah bijak dari pemerintah kota yang dikenal dengan quick response (respon cepat) tidak hanya berhenti di peninjauan tetapi segera dilakukan eksekusi yang sifatnya action atau tindakan nyata”. Tutupnya. (Humas FIP)

Agenda

29 Juli 2021

Kegiatan Refleksi dan Evaluasi Permata Jurusan BK FIP Universitas Negeri Semarang

-

10 Juli 2021

Yudisium Akhir Program Jurusan Manajemen Pendidiikan

Dilaksanakan di Rumah Marly Gorontalo

7 Juli 2021

Visitasi Audit Mutu Internal di Fakultas Ilmu Pendidikan

-

2 Juli 2021

Rapat Pengelola PEDAGOGIKA TV FIP UNG

-