Profesor PLS Ini Dorong Pemuda Perkuat Generasi Berencana di Desa

Gorontalo – Guru Besar Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Abdul Rahmat, S.Sos.I.,M.Pd mendorong para pemuda untuk memperkuat generasi berencana (GenRe) di desa.

Hal ini disampaikan Prof. Rahmat saat memberikan materi pada Workshop Generasi Berencana yang dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan PLS yang sedang melaksanakan KKN MBKM-MD, di Desa Hulawa Kabupaten Gorontalo. Jumat, (27/05/2022).

Dijelaskannya, program GenRe adalah sebagai program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pranikah dan Napza, guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan.

“Kelompok sasaran program ini, yaitu remaja yang berusia 10-24 tahun tapi belum menikah, mahasiswa dan mahasiswi yang belum menikah, keluarga, serta masyarakat yang peduli terhadap kehidupan para remaja,” ujar Prof. Rahmat.

Profesor termuda di UNG itu mengatakan bahwa, desa Hulawa merupakan desa yang secara geografis dan budayanya secara tidak langsung terkena arus modernisasi, karena letaknya berbatasan dengan Kota Gorontalo.

“Seyogyanyalah masyarakat dan pemuda di desa ini harus sadar betul adanya era transisi menuju perubahan. Tujuan dikembangkannya program Genre untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi para remaja dalam hal jenjang pendidikan yang terencana, berkarir dalam pekerjaan yang terencana, menikah dengan penuh perencanaan sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Prof. Rahmat bersama DPL lainnya yakni Drs. Yakob Napu, M.Pd., juga mengajak para mahasiswa Jurusan PLS yang sedang melaksanakan KKN-MBKM-MD di Desa Hulawa untuk memediasi PIK-M (Pusat Informasi dan Konseling) Masyarakat dan Desa Bersinar.

“PIK-M ini sebagai wadah kegiatan Sosialisasi serta Penyuluhan Remaja, Pernikahan Dini dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba/NAPZA. Kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan pemahaman kepada generasi muda untuk tidak melakukan tiga hal. Pertama, adalah tidak melakukan pernikahan pada usia dini. Kedua, adalah tidak melakukan seks pranikah. Kemudian ketiga, adalah tidak mengkonsumsi napza (narkotika, psikotropika, dan zat aditif),” tandasnya.

Hadir pula dalam kegiatan itu, Kaban BNN Boalemo Dr. Ibrahim Paneo, M.Kes, Ibunda Kades Hulawa yang juga merupakan alumni dari Jurusan PLS yakni Herlina Lihawa, S.Pd, Sekdes Hulawa serta aparat pemerintah desa yang ada di desa tersebut. (NK)

Leave a Comment