Alhamdulillah, Dua Prodi FIP UNG Lolos dan Ditetapkan Terima Bantuan PKKM Kemdikbudristek 2022

Gorontalo – Alhamdulillah bangga dan bersyukur, dua Program Studi (Prodi) pada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), lolos dan ditetapkan sebagai penerima bantuan dana Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahap I Tahun 2022 dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Pengumuman penerima bantuan PKKM ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti), pada tanggal 5 Juli 2022, dengan nomor surat 0544/E.E3.1//PM.00.03/2022.

Dalam surat tersebut diberitahukan, dari 240 Prodi dan ISS MBKM Perguruan Tinggi di Indonesia, untuk UNG terdapat tiga prodi yang dinyatakan lolos yakni, Prodi Bimbingan Koseling (BK) dan Prodi Pendidikan Guru Sekolah dasar (PGSD) FIP, serta Prodi Akuntansi dari Fakultas Ekonomi.

Ditjen Dikti mengucapkan selamat kepada Perguruan Tinggi yang ditetapkan sebagai penerima bantuan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM) Tahun Anggaran 2022.

Kabar baik ini tentunya dirasakan juga oleh seluruh civitas akademika FIP UNG, karena BK dan PGSD berhasil masuk dalam daftar penerima bantuan PKKM tahun anggaran 2022 yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek.

Dekan FIP UNG Dr. Arwildayanto, M.Pd turut menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim task force Jurusan BK dan PGSD yang selalu solid dan berhasil melewati serangkaian proses seleksi pada Program PKKM tahun 2022.

“Prestasi ini tentu tak lepas dari peran dan kerja keras dari tim task force, dosen BK, dosen PGSD, dan Tendik FIP serta dukungan dari Pimpinan LP3M, dan Pimpinan Universitas Negeri Gorontalo,” Ujar Arwildayanto.

Arwildayanto mengatakan, pencapaian ini tentu menjadi prestasi dan prestise tersendiri bagi Fakultas Ilmu Pendidikan, karena tidak semua perguruan tinggi mendapat kesempatan, namun Prodi BK dan PGSD berhasil keluar sebagai pemenang.

“Program PKKM dari Kemdikbudristek ini juga cukup bergengsi, karena memiliki dana yang sangat besar sehingga menjadi incaran Perguruan Tinggi se Indonesia,” Ungkap Arwildayanto.

Dirinya berharap, keberhasilan ini dapat mendorong dan mempercepat kinerja utama dari Perguruan Tinggi dalam menerapkan Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga Indikator Kinerja Utama (IKU) juga akan dapat diwujudkan. (NK)

Leave a Comment