Gorontalo, fip.ung.ac.id – Pakaian bekas menurut pendapat sebagian orang adalah pakaian yang sudah tidak layak pakai, sudah rusak, atau pakaian yang sudah ketinggalan zaman. Namun, bagi yang memiliki mental kreatif, pakaian bekas dapat di daur ulang menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomi yang tinggi.

Hal tersebut membuat Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terinspirasi melakukan pelatihan kreativitas dari limbah pakaian bekas kepada para remaja di Desa Biluhu Barat Kecamatan Bilihu Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/08/2022).

Menurut ketua tim pengabdian Dr. Tuti Wantu, M.Pd, Kons, pelatihan ini merupakan bagian dari program desa binaan yang dilaksanakannya bersama Dra. Rena Madina M.Pd, Dra. Mardia Bin Smith, S.Pd, M.Pd, dan Murhima A. Kau, S.Psi, M.Si. Psikolog.

“Pada pelatihan ini, peserta diberikan kiat-kiat mendaur ulang pakaian bekas menjadi produk  serbaguna dan unik. Beberapa produk dari pakaian bekas yang dihasilkan ini antara lain: mendaur ulang kemeja bekas menjadi sarung bantal kursi yang unik, membuat kembang bunga dan buket, kaos bekas menjadi lap tangan yang cantik, serta membuat bandana yang indah,” ungkap Tuti.

Tuti mengatakan, ide pelatihan pemanfaatan baju bekas untuk sarung bantal,kembang bunga, buket, lap tangan cantik dan bandana ini dimaksudkan untuk melatih skill para remaja atau generasi muda maupun kepada ibu-ibu rumah tangga.

“Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan bisa mengajak generasi muda lebih kreatif dan peduli terhadap lingkungan. Dan syukur Alhamdulillah, jika ilmu yang kami berikan dapat menambah income dari penjualan produk tersebut,” ujar Tuty.

Sementara itu, Dra. Rena Madina M.Pd selaku anggota tim pengabdian masyarakat mengungkapkan, pengetahuan keterampilan yang didapatkan oleh peserta pada kegiatan ini diharapkan menjadi modal dalam membuat produk-produk kreatif lainnya dan bagi ibu-ibu rumah tangga dapat mengisi waktu senggangnya di rumah dengan keterampilan ini.

“Bahkan ide-ide kreatif memanfaatkan pakaian bekas ini dapat dikembangkan menjadi salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan remaja serta masyarakat di Desa Biluhu Barat. Setidaknya, hal ini juag dapat menekan laju pertambahan sampah, dan memperpanjang usia manfaat dari pakaian maupun industri pakaian,” ujarnya.

Mantan Wakil Dekan Bidang Akademik FIP UNG itu mengatakan, turut hadir dan membersamai pada kesempatan itu, Satrioktonis Montu selaku sekretaris desa Biluhu Barat, para remaja, aparat desa dan ibu-ibu rumah tangga yang ada di desa Biluhu Barat.

“Alhamdulillah kegiatan pelatihan tersebut berlangsung lancar dan sukses. Peserta begitu antusias dan menjadi termotivasi serta berkomitmen akan memanfaatkan pakaian bekas agar tidak terbuang dan menjadikannya sesuatu yang berharga,” tandasnya. (Humas FIP)

Leave a Comment