fip.ung.ac.id, Gorontalo – Mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada  hari Rabu tanggal 7 Desember 2022 bertempat di aula FIP UNG sukses melaksanakan seminar nasional proyek mata kuliah Pengelolaan Program PLS.

Seminar nasional yang dilaksanakan secara daring ini turut menghadirkan dua orang narasumber yakni Prof. Dr. Supriyono, M.Pd (Ketua BAN PAUD dan Guru Besar Pendidikan Non Formal Universitas Negeri Malang) dan Prof. Dr. Abd Rahmat, S.Sos.I.,M.Pd (Guru Besar Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo).

Prof. Dr. Abdul Rahmat, M.Pd mengatakan, kegiatan Seminar Nasional yang dilaksanakan oleh mahasiswa Jurusan PLS ini merupakan proyek dari mata kuliah Pengelolaan Program PLS yang diampunya pada Jurusan PLS FIP UNG.

“Tema yang diangkat kali ini adalah Strategi Penumbuhan Partisipasi Pengelolaan Masyarakat Pada Kualitas Program Pendidikan Non Formal”, ujar Prof. Rahmat panggilan akrabnya.

Sementara itu, Dekan FIP UNG Dr. Arwildayanto, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kegiatan seminar yang merupakan proyek mata kuliah pengelolaan program PLS dengan tema yang diusung oleh mahasiswa.

“Karena memang menyelenggarakan kegiatan seperti ini perlu pengetahuan. Nah inilah yang diharapkan dari mahasiswa kita bagaiamana mengorganize kegiatan ini dengan baik, itu tentu akan menjadi sebuah pelajaran, seperti bagaimana menjadi MC yang baik, bagaimana menjadi ketua panitia yang baik, mulai menyampaikan kata sambutan, itu sumber belajar yang baik, karena tidak semua orang punya kesempatan yang seluas-luasnya bisa tampil di podium ini,” ucapnya.

Oleh sebab itu, kata Arwildayanto, kita patut berterimakasih pada dosen pengampuh yang telah memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk menyelenggarakan kegiatan ini, jadikanlah kegiatan ini bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban mata kuliah, tapi ada best practice  dan experience yang bisa didapatkan dari kegiatan yang dilaksanakan ini.

“Seperti yang saya sampaikan tadi, bagaimana merencanakan, bagaimana berkomunikasi yang baik dengan narasumber. Jadi kalau ini memang dirancang oleh mahasiswa, ini satu hal yang menjadi nilai tambah, bahkan ini bisa jadi sebagai pengalaman untuk menjadi seorang EO (Event Organizer),”

“Bahkan saya mendorong dosen-dosen PLS untuk serius menekuni kegiatan ini dengan baik, dan selaku pimpinan fakultas saya mendorong jurusan PLS mesti memiliki namanya satu unit yang disebut dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi). Bagaimana profesi seorang pengelola PAUD dengan PKBM atau pendidikan non formal lain, tapi program itu nanti pengelolanya kita yang mensertifikasi. Hari ini kan di UNG belum ada lembaga yang kita sebut dengan LSP,” tutur Arwildayanto.

Arwildayanto berharap, sebagai pimpinan fakultas akan terus mendorong hadirnya LSP PAUD dan PKBM di jurusan pendidikan luar sekolah. ini juga menjadi sumber pekerjaan baru, ini juga menjadi sumber pendapatan profit bagi kita pengelola, menjadi sumber income generating, pendapatan bagi UNG, bagi fakultas dan bagi jurusan.

“Jadi ada strategi yang bisa kita lakukan dan kita harus memiliki cara-cara yang jitu untuk itu, mengajak, mendorong orang untuk berpartisipasi itu perlu strategi. Contohnya, dengan menggunakan flayer ajakan, menggunakan tagline yang bagus, menggunakan narasi yang menginisiasi, ini yang kita harapkan, sehingga masyarakat betul-betul terlibat secara utuh pada kegiatan-kegiatan nonformal”

“Mata kuliah ini juga bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban, tapi bagaimana memperlihatkan segenap potensi mahasiswa yang ada dijurusan PLS, baik yang ada di kampus UNG maupun mahasiswa yang mengikuti program Permata yang ada di Universitas Negeri Semarang.

“Kepada mahasiswa perlu adanya keterampilan komunikasi yang baik kepada masyarakat. Ini salah satu bentuk kompetensi dan ini bisa disertifikasi. Jadi, kami ucapkan terima kasih kepada adik-adik kita yang sudah berhasil merancang kegiatan ini dan teruslah terdorong untuk melakukan hal-hal yang inovatif,” tandasnya.

Leave a Comment