fip.ung.ac.id, Gorontalo – Pada hari Kamis 6 April 2023 telah dilaksanakan musyawarah daerah Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (P-ADRI) Wilayah Gorontalo yang ke dua sejak musda pertama tahun 2019. Musda dihadiri oleh segenap pengurus ADRI DPD Gorontalo dan tamu undangan.

Acara dilaksanakan di Gedung Serba Guna Universitas Bina Taruna Gorontalo secara daring dan luring. Dalam Musda 2 tersebut terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia Wilayah Gorontalo Periode 2023-2027, Prof. Dr. Abdul Rahmat, S.Sos,I.,M.Pd., Guru Besar Manajemen Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo.

Dalam sambutannya Prof. Rahmat menyampaikan bahwa sebagai perkumpulan ahli dan dosen, ADRI menyadari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan kompetetif, tentu harus dimulai dari peningkatkan kualitas dan kinerja dosen.

“Agar nantinya, upaya menciptakan generasi penerus bangsa yang andal pun bisa terwujud.  ADRI sebagai organisasi profesi yang menjadi wadah para ahli dan dosen di Indonesia terus bertekad dan berkontribusi dalam menyambut kebijakan “Kampus Merdeka”, di samping memperkuat tridarma perguruan tinggi bagi para anggotanya. Untuk itu, ADRI memandang perlunya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, di samping memperkuat kesatuan di kalangan ahli dan dosen,” ujar Prof. Rahmat.

Prof. Rahmat mengatakan, DPP ADRI sudah  menggagas beberapa inisiatif, antara lain: 1) menyiapkan Kampus Maya ADRI yang melibatkan konsorsium dari berbagai PT di dalam dan di luar negeri, 2) Konferensi Terbuka ADRI, dan 3) Kuliah International ADRI yang melibatkan para dosen di seluruh Indonesia Selain itu, ADRI pun akan memfasilitasi para dosen untuk sharing hasil riset, PKM, kuliah online, dan sebagainya.

“Visi ADRI hasil munas DPP, bentuk satu juta pengusaha sebagai salah satu program kedepan. Pembentukan satu juta pengusaha dapat ditempuh dari berbagai upaya baik kolaborasi dengan perbankan syariah maupun koperasi serta melalui dunia usaha maupun dunia industri (DUDI). Kita juga akan mencetak dan membentuk gerai-gerai ekonomi di Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan sejuta pengusaha tetap mengedepankan program unggulan sebagai kerja profesionalitas dosen sebagai kaum akademik untuk terus mengedepankan pemahaman intelektual. Sebagai Guru Besar Manajemen Pendidikan Masyarakat di Universitas Negeri Gorontalo, dirinya sadar betul pentingnya mencerdaskan anak bangsa yang dimulai dari organisasi profesi seperti ADRI.

“Tugas utama ADRI berkaitan dengan aspek profesionalitas dan integritas para dosen yang terkait dengan karakter berprestasi, berprestise dan bereputasi. Semua kader memiliki hak yang sama dalam penguatan kapasitas diri, karir dan profesinya, dengan itu ADRI menjadi lebih strategis untuk selalu berbagi, bersinergi dan melayani kebutuhan tridharma dosen,” tandasnya.

Hadir secara daring dalam kegiatan musda, Ketua Dewan Pembina ADRI, Prof. Dr. H. Supari Muslim, Drs.,. M.Pd., Wakil Ketua 2, Prof. Dr. Eri Sarimanah, M.Pd. dan Sekjen DPP ADRI, bapak Dr. Andi Mursidi, M.Si. Hadir juga para guru besar dan dosen dosen sekitar Gorontalo dan Manado termasuk hadir Dr. Mozes Markus Wullur, M.Pd dari Universitas Negeri Manado.

Leave a Comment