FIP UNG

Pengembangan Kapasitas Tutor dalam Pembelajaran Menghadapi Era Society 5, Oleh: Prof. Dr. Rusmin Husain, M.Pd

fip.ung.ac.id, Gorontalo – Perkembangan dunia global sekarang ini ditandai dengan berbagai kemajuan terutama di bidang teknologi. Kemajuan dibidang teknologi informasi dan komunikasi saat ini mengalami perkembangan yang signifikan yang ditandai hampir semua kegiatan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sagala mengatakan bahwa tujuan pendidikan di sekolah yang selalu dituntut untuk mengacu kepada tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap karakteristik perkembangan siswa; kesesuaian dengan lingkungan dan kebutuhan pembangunan daerah; arah pembangunan nasional; serta memperhatikan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan kehidupan umat manusia secara global.

Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran sangatlah penting untuk menjadi sebuah acuan untuk peningkatan capaian pembelajaran dan ouputnya agar lebih baik. Tantangan dalam teknologi informasi ini ditandai dengan adanya revolusi industri 4.0 yang kemudian mengalami peralihan era Society 5.0 yang lebih kompleks dengan berbagai aspek keunggulan dan kelemahannya bagi semua pihak. Sebagai Pendidik di era society 5.0, para tutor harus memiliki keterampilan dibidang digital dan berpikir kreatif, dimana di era masyarakat 5.0 (society 5.0) tutor dituntut untuk lebih inovatif dan dinamis dalam mengajar di kelas.

Oleh karena itu ada tiga hal yang harus dimanfaatkan pendidik di era society 5.0. diantaranya Internet of things pada dunia Pendidikan (IoT), Virtual/Augmented reality dalam dunia pendidikan, Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan untuk mengetahui serta mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan oleh pelajar (siswa). Menghadapi era society 5.0 ini dibutuhkan kemampuan literasi dasar seperti literasi data yaitu kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi (big data) di dunia digital. Kemudian literasi teknologi, memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, machine learning, engineering principles, biotech). Dan terakhir adalah literasi manusia yaitu humanities, komunikasi, & desain.

Pembelajaran yang berbasis teknologi informasi harus dilakukan dengan berbagai cara yakni dengan adanya sarana prasarana berupa komputer, LCD, jaringan internet maupun perangkat keras lainnya. Setelah itu penting pula penggunaan aplikasi dalam kegiatan e-learning tersebut seperti yang dikatakan oleh Mustakim terdiri atas youtube, whatsapp group, google classroom, Google Meet dan quizzes. Penggunaan media online atau media berbasis multimedia merupakan salah satu solusi untuk membuat peserta didik mampu memahami materi pelajaran dengan baik. Penggunaan media aplikasi dalam era Society 5.0 akan sangat penting dilakukan oleh tutor dalam upaya untuk peningkatan berbagai aspek positif dalam kegiatan pembelajaran. Peran tutor dalam menggunakan aplikasi dalam kegiatan e-learning sangatlah penting terutama mengoptimalkan strategi dalam pembelajaran.

Kemampuan pada dasarnya merupakan deskripsi tentang apa yang dapat dilakukan seseorang dalam bekerja, serta apa wujud darinpekerjaantersebut yang dapat dilihat. Untuk dapat melakukan suatu pekerjaan, seseorang harus memiliki kemampuan dalam bentuk pengetahuan, sikap, keterampilan yang relevan dengan bidang pekerjaannya. Sehingga kapasitas tutor dapat dimaknai sebagai gambaran tentang apa yang harus dilakukan seorang tutor dalam melaksanakan pekerjaannya, baik berupa kegiatan, perilaku maupun hasil yang dapat ditunjukan dalam proses belajar mengajar. Salah satu aspek penting untuk pemanfaatan teknologi informasi adalah ranah Pendidikan Non Formal.

Pendidikan non formal menghadapi era Society 5.0 mengacu pada pendekatan pendidikan yang disesuaikan dengan perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang ditandai oleh adopsi teknologi canggih, konektivitas yang luas, dan transformasi digital dalam masyarakat. Era Society 5.0 menekankan penggabungan antara dunia fisik dan dunia digital, di mana teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, komputasi awan, dan Internet of Things (IoT) berperan penting.

Pendidikan non formal dalam era Society 5.0 melibatkan pembelajaran di luar konteks pendidikan formal, yang umumnya terjadi di sekolah atau lembaga pendidikan formal lainnya. Ini mencakup program-program pembelajaran yang tidak terikat pada kurikulum formal, tetapi tetap bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi peserta didik. Ciri khas pendidikan non formal dalam era Society 5.0 adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai sarana untuk meningkatkan aksesibilitas, fleksibilitas, dan efektivitas pembelajaran. Ini termasuk penggunaan platform pembelajaran online, video pembelajaran, simulasi, e-learning, pembelajaran berbasis game, dan aplikasi mobile yang mendukung pembelajaran interaktif dan berbasis kolaborasi.

Pendidikan non formal di era Society 5.0 juga menekankan pengembangan keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja dan kebutuhan masyarakat. Ini mencakup keterampilan digital, literasi digital, keterampilan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, keterampilan kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi. Pendekatan pendidikan non formal dalam era Society 5.0 juga mencakup aspek pengembangan karakter, nilai-nilai sosial, dan kesadaran akan dampak teknologi terhadap individu dan masyarakat. Ini melibatkan pemahaman etika dalam penggunaan teknologi, keberagaman budaya, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.