FIP UNG

Dr. Pupung dalam HIMPAUDI TV Angkat Peran Guru PAUD dalam Semangat Emansipasi Pendidikan

Gorontalo — Dalam rangka memperingati semangat emansipasi perempuan yang diwariskan oleh R.A. Kartini, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Spirit Kartini Masa Kini: Peran Guru PAUD dalam Emansipasi Pendidikan” melalui program HIMPAUDI TV Online Everyday.

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 21 April 2026 ini menghadirkan narasumber utama Dr. Pupung Puspa Ardini, M.Pd., dosen jurusan PGPAUD sekaligus Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo. Diskusi dipandu oleh moderator Setiawati Yusuf, S.E., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum PP HIMPAUDI. Selain itu, acara turut dimeriahkan oleh pembacaan berita oleh Maya Veri Oktavia, M.Pd. dari Provinsi DI Yogyakarta.

Dalam pemaparannya, Dr. Pupung Puspa Ardini, M.Pd. menekankan pentingnya peran guru PAUD sebagai agen perubahan dalam mewujudkan kesetaraan akses pendidikan sejak usia dini. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini tidak hanya relevan dalam konteks kesetaraan gender, tetapi juga dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Guru PAUD memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter anak sejak dini, termasuk menanamkan nilai kesetaraan, kemandirian, dan keberanian dalam belajar,” ujarnya.

Talkshow ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Melalui platform daring, kegiatan ini berhasil menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap isu pendidikan anak usia dini.

HIMPAUDI berharap kegiatan seperti ini dapat terus memperkuat kolaborasi antarpendidik serta mendorong inovasi dalam praktik pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan anak dan perkembangan zaman.

Acara ini disiarkan secara langsung melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube resmi HIMPAUDI, sehingga dapat diakses secara luas oleh masyarakat, khususnya para pendidik dan pemerhati pendidikan anak usia dini.