FIP UNG

Hadirkan Kisah Inspiratif, Mahasiswa PGSD FIP UNG Gelar EduMovie Awards 2023

fip.ung.ac.id, Gorontalo – Untuk menghadirkan kisah inspiratif pendidikan dan memberikan dorongan semangat belajar bagi penontonnya, mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) angkatan 2021 kelas 5B, 5C, dan 5E menggelar kegiatan EduMovie Awards tahun 2023, Kamis, (28/12/), di Cinema XXI Citymall Gorontalo.

EduMovie ini merupakan penayangan 8 film pendek karya mahasiswa yang mengusung tema pendidikan. Ada beberapa film yang ditayangkan di antaranya, Angan, Bring A Change, Mutiara dalam Sebongkah Karang, Cita-cita Di antara Buku, Kausal, 3 Big Mistakes, Two Sides, dan Kilas Balik.

Kedelapan film ini tentunya merespon berbagai isu-isu terkait pendidikan yang tengah ramai dibicarakan di Indonesia. Di antaranya, film angan yang menggambar seorang guru yang melawan kasus korupsi yang terjadi di lingkungan pendidikan, Bring A Change yang menceritakan tentang seorang siswa yang disepelekan di sekolah, dan Mutiara dalam Sebongkah Karang yang menceritakan seorang anak yang mengidap disleksia yang kerap dirundung teman-temannya.

Selanjutnya ada juga film cita-cita di antara buku yang menggambarkan seorang anak yang disepelekan karena berasal dari daerah terpencil, Film Kausal yang merespon berbagai tindak pelaporan seorang guru yang mendisiplinkan muridnya dengan cara menghukum, 3 Big Mistake yang menceritakan seorang anak yang tidak terlepas dari 3 dosa besar pendidikan diantaran intoleran, perundungan, dan kekerasan seksual, two sides yang menceritakan dua orang siswa dengan latar belakang berbeda dengan cara belajar berbeda, serta Kilas Balik yang menceritakan anak yang mengalami perundungan dan konflik dalam persahabatan.

PGSD EduMovie Awards 2023, Kamis, (28/12/2023), di Cinema XXI Citymall Gorontalo

Turut hadir pada kesempatan tersebut yakni Dekan, Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, Wakil Dekan 3, Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Dosen Jurusan PGSD, Kadis Kominfo Provinsi Gorontalo, Kadis Pendidikan Kota Gorontalo, Kepala Sekolah, Guru, serta Siswa yang ada di beberapa sekolah di Provinsi Gorontalo.

Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, ajang seperti EduMovie Awards ini bisa menjadi satu pekerjaan yang menghasilkan oleh mahasiswa dan juga sebagai inovasi baru mahasiswa untuk terus berkarya.

“Kiranya kegiatan ini dapat menghasilkan pekerjaan yang sangat menghasilkan bagi mahasiswa, jadi seorang guru tidak hanya memiliki kemampuan untuk mengajar saja, juga bisa terlatih untuk menjadi sutradara, produser, cameramen profesional, editor, dan penyunting film”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan PGSD periode 2019-2023, Dr. Candra Cuga, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kiranya mahakarya seperti ini dapat menjadi role model bagi universitas lain yang ada di Indonesia.

“Mahasiswa menorehkan prestasi yang gemilang dan mencetak sejarah baru karena film mereka berhasil layak tayang di cenema XXI yang sangat ketat dalam memilih film untuk ditayangkan. Kreatifitas, inovasi, daya cipta perfilm-an yang dihasilkan oleh mahasiswa ini diharapkan untuk dapat terus dikembangkan dan diasah agar terlatih menjadi seorang yang lebih professional,”

“Bagi saya ini seperti ucapan selamat datang dari karya mahasiswa yang monumental. Mahasiswa FIP UNG akan semakin cerdas dan berkarakter,” ujar Candra Cuga yang baru dilantik sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan periode 2023-2027 kepada Humas FIP UNG.

Disisi lain, Akbar Ngau selaku ketua panitia kegiatan EduMovie Award tahun 2023 mengungkapkan, kegiatan ini dalam rangka memenuhi nilai project pada Mata Kuliah Pembelajaran SBDP di SD yang dosen pengampunya adalah Hendrayanto, S.Pd, M.Pd, yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran positif kepada mahasiswa selaku panitia utamanya dalam memberi sumbangsi dalam hal pengelolaan waktu dan daya kreatifitas.

“Ucapan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan kali ini, dengan adanya project pembuatan film pendek ini kami dapat menjalin kerja sama yang baik dengan sekolah-sekolah yang membantu, serta melatih kemampuan kami mahasiswa dalam berakting dan beradu peran. Kiranya jika terdapat kekurangan, dapat dijadikan bahan pembelajaran pada kegiatan selanjutnya”, pungkasnya.