FIP UNG

Jurusan Manajemen Pendidikan FIP UNG Gelar Pelatihan Public Speaking Bagi Mahasiswa

fip.ung.ac.id, Gorontalo – Mahasiswa semester Vb Jurusan Manajemen Pendidikan (MP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG) menggelar Pelatihan Public Speaking “Incorporating Inclusive Knowledge To Create Quality Public Speaking Skills” yang diikuti oleh Mahasiswa, Sabtu (4/11/2023), di Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi UNG.

Prof. Dr. Sitti Roskina Mas, M.Pd, MM selaku penanggungjawab mata kuliah Manajemen Diklat dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa sebagai agent of change dituntut untuk memaksimalkan kemampuannya di bidang intelektual dan soft skill, seperti: rasa empati, jiwa kepemimpian, kemampuan manajemen waktu, kemampuan bekerja sama, memecahkan masalah, dan kemampuan berkomunikasi efektif yang dalam hal ini disebut dengan public speaking.

“Public Speaking adalah suatu proses komunikasi dimana pesan yang disampaikan berulang terus menerus antara pembicara dan pendengarnya. Public Speaking mahasiswa dilihat dari kemampuannya melaksanakan presentasi, pemakaian gesture (gerak tubuh), keahlian berkonsentrasi, sanggup menanggulangi kegugupan serta demam panggung, mempunyai perbendaharaan kata yang banyak, serta keahlian buat mengatur emosi semacam rasa takut, panik, serta rasa khawatir”

“Tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan public speaking yang bagus, contoh ketika berdialog di muka banyak orang. Berbicara di muka banyak orang bukanlah suatu hal yang gampang untuk dicoba sebab mayoritas dari mereka merasakan kecemasan sebagai respon fisiologis dan psikologis,” ucapnya.

Menurutnya, kepercayaan diri ialah perilaku percaya akan keahlian diri yang membuat seseorang leluasa melaksanakan sesuatu yang cocok dengan kemauannya serta bisa bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakannya. Kurangnya rasa percaya diri mahasiswa menimbulkan perasaan khawatir ketika menghantarkan gagasan di depan banyak orang.

“Perihal ini diperkuat dengan riset terdahulu yang dicoba oleh Nahar Khoriroh tahun 2018, yang berkata bahwa ada pengaruh yang positif serta signifikan rasa percaya diri terhadap keahlian public speaking sebesar 82,8%. Berikut riset yang dicoba oleh Baidi Bukhori tahun 2016, yang merumuskan bahwa ada pengaruh rasa percaya diri terhadap kecemasan dialog di depan banyak orang sebesar 85,8%. Bersumber pada kedua riset terdahulu bisa disimpulkan semakin besar kepercayaan diri maka kecemasan berbicara semakin berkurang ketika di depan banyak orang”

“Tujuan Umum kegiatan Training adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa berbicara didepan public secara profesional. Sedangkan tujuan khusus adalah untuk: (1) menumbuhkan rasa percaya diri mahasiswa sehingga memiliki keberanian berbicara didepan public; (2) melatih mahasiswa menyusun tehnik-tehnik dan etika berbicara di depan public; dan (3) melatih mahasiswa untuk terampil berbicara yang profesional di era global,” jelasnya.

Pelatihan Public Speaking, Sabtu (4/11/2023), di Aula Prof. Kadir Abdussamad Fakultas Ekonomi UNG

Sementara itu, ketua panitia kegiatan Moh. Zulfajrin A. Salengge mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di seluruh Provinsi Gorontalo yang berjumlah kurang lebih dari 200 orang.

“Narasumber pada kegiatan pelatihan ini adalah pertama Bapak Abd. Rahman Danial,S.E.,C.PS.,CH.CT.NLP.,IC.,DMS beliau Coach, Trainer & Profesional speaker dengan materi tentang etika dalam berbicara di depan umum dan membangun keterampilan public speaking yang profesional. Dalam materinya menekan hal public speaking akan diperlukan oleh semua profesi”

“Untuk itu 3 hal penting yang harus diperhatikan pada public speaking yaitu: penampilan, vocal, dan penguasaan isi materi. Dalam kesempatan itu, peserta pelatihan diberikan praktik opening, penyajian materi inti dan clossing materi,” ujar Moh. Zulfajrin A. Salengge

Moh. Zulfajrin A. Salengge mengatakan, narasumber yang kedua adalah Ibu Lismawati Lapasi S.Pd., M.Pd, beliau adalah An international Master of Ceremonies, moderator and passionate educator with more than 10 years of experience in each field dengan materi mengembangkan keterampilan berbicara dalam skala global.

“Dalam materi tersebut menekan pentingnya berbicara dalam skala global karena: membantu menyampaikan pesan dalam lingkup lebih luas, mempengaruhi lebih banyak orang, memperluas jaringan, memperluas wawasan (pengetahuan, budaya, teknologi, dan lain-lain), mendapatkan pekerjaan yang diimpikan, dan menginspirasi orang banyak”

“Dan juga memberikan tips-tips menjadi speaker internasional dengan: (1) menguasai bahasa asing, (2) mengetahui audience, (3) menggunakan teknik gestur, (4) menggunakan visual aids, (5) berlatih dengan percaya diri, (6) menggunakan humor/games/cerita, dan (6) mengelola waktu,” ujarnya.