FIP UNG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Tim kolaborasi mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Program Studi Farmasi UNG berhasil lolos sebagai penerima pendanaan Program Innovillage 2025, sebuah program nasional yang menyeleksi inovasi berbasis pengabdian masyarakat secara ketat.
Dari total 995 proposal yang masuk dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, hanya 180 tim yang dinyatakan lolos pendanaan. Salah satunya adalah tim mahasiswa UNG dengan proposal berjudul “Vida Digital: Platform Edukasi dan Dukungan Mental bagi Penyintas HIV/AIDS Berbasis Komunitas.”
Tim UNG terdiri atas:
- Faizulhaq H. Rahman (S1 Psikologi) – Ketua
- Muamar Zaqi Uno (S1 Psikologi) – Anggota
- Adelin Salsahbila Usman (S1 Farmasi) – Anggota
dengan pendamping akademik Apt. Wiwit Zuriati Uno, S.Farm., M.Si.
Sebagai bagian dari rangkaian implementasi program, pada Selasa, 13 Januari 2026, tim menyelenggarakan Rekrutmen Mentor (Konselor) Sebaya dan Mini Seminar Edukasi HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang berlangsung di Aula FIP UNG. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa lintas program studi yang memiliki minat pada isu kesehatan mental dan pengabdian sosial.
Wakil Dekan III FIP UNG, Dzulkarnain Anu, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang menghadirkan ruang pembelajaran dan pengabdian yang bermakna. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seminar, melainkan momentum berharga untuk memperoleh ilmu dan pengalaman yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.
Ia menekankan bahwa peran konselor sebaya dalam program Vida Digital merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan yang mulia. Para konselor sebaya nantinya akan berkontribusi memberikan dukungan emosional dan edukatif kepada penyintas HIV/AIDS melalui platform digital, dengan menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan, empati, dan profesionalitas.
“Ini bukan soal imbalan, tetapi tentang bagaimana kita hadir sebagai bagian dari solusi, membantu sesama manusia yang sedang berjuang menghadapi kondisi sulit,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pendamping kegiatan, Apt. Wiwit Zuriati Uno, S.Farm., M.Si., menjelaskan bahwa program Vida Digital merupakan program pengabdian masyarakat yang akan dijalankan selama kurang lebih satu tahun. Program ini mencakup edukasi HIV, pendampingan psikososial, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan layanan dukungan mental.
Ia berharap para peserta rekrutmen dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tuntas, sekaligus mendorong keberlanjutan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui keberhasilan ini, UNG kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi berbasis kolaborasi, teknologi, dan kepedulian sosial, khususnya dalam isu-isu kesehatan dan kemanusiaan.








