FIP UNG

Kolaborasi dengan Dikbud Kabgor, Jurusan MP FIP UNG Gelar Workshop Berbasis MBKM

fip.ung.ac.id, Gorontalo –  Selain sebagai syarat pemenuhan tugas akhir mata kuliah pemasaran diklat, mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo menyelenggarakan workshop berbasis MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dengan tema Optimalisasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Era Kurikulum Merdeka untuk Menuju Sekolah Efektif, Sabtu-Minggu (6-7/05/2023), di Ball Room Asrama Haji Provinsi Gorontalo.

Ketua tim teaching mata kuliah pemasaran diklat, Prof. Dr. Sitti Roskina Mas, M.Pd, M.M mengatakan, kepekaan mahasiswa semester 6 Jurusan MP terhadap permasalahan kuwalitas pendidikan di era yang menuntut akselerasi hampir diberbagai bidang ini, melahirkan ide berupa tekad untuk dapat menyelenggarakan workshop pendidikan yang fokus pada bagaimana meningkatkan keterampilan guru, khususnya dalam menciptakan pembelajaran berdiferensiasi, di era kurikulum merdeka ini.

“Pembelajaran berdiferensiasi sendiri merupakan proses yang tercipta dari kemampuan guru dalam mencurahkan keterampilan mengajarnya, yang dapat menjadi salah satu penunjang efektivitas penyelenggaraan pendidikan khususnya di sekolah”

“Dalam membangun proses pembelajaran, sejatinya guru dituntut untuk lebih terampil sehingga efektivitas proses pembelajaran dapat terwujud sesuai kebutuhan era yang ada, yang mana di era ini, kreativitas dan inovasi dituntut hampir di segala bidang, tak terkecuali bidang pendidikan, yang salah satunya dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan teknologi,” ujar Sitti Roskina Mas.

Sitti Roskina Mas mengatakan, jika tidak berfikir maju (kreatif, inovatif), maka kita akan tertinggal, sebab tidak mampu bersanding dan atau bersaing dengan segala kemajuan yang ada. Permasalahan ini-pun tidak luput dari perhatian menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia; Bapak Nadim Makarim, yang melahirkan solusi berupa pelucuran kurikulum.

“Dengan demikian, keterampilan guru dalam menciptakan pembelajaran berdiferensiasi (pembelajaran yang berbeda; tidak biasa-biasa saja dan atau tidak monoton) yang sejatinya lahir dari kreativitas dan atau inovasi guru sangatlah diperlukan di era ini. Dengan latar belakang yang demikian, maka lahirlah workshop ini dengan melibatkan guru-guru Sekolah Dasar (SD) se-kabupaten Gorontalo sebagai peserta”

“Besarnya antusias peserta dalam mengikuti workshop inipun, sangat nampak dari banyaknya jumlah peserta yang melebihi jumlah yang diperkirakan. Adapun perkiraan peserta yang hadir, adalah sebayak 200 peserta, namun nyatanya sampai menembus 230an peserta, bahkan masih ada yang ingin mendaftar, setelah pendaftaran ditutup,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang relavan dengan kebutuhan di era ini, juga nara sumber luar biasa yang mampu dihadirkan panitia, kiranyalah yang menajadi daya tarik tersendiri bagi para peserta. Dalam hal ini, peserta yang menjadi sasaran memanglah hanya difokuskan pada guru-guru SD di tingkat kabupaten Gorontalo saja, sebagai hasil pertimbangan yang diperhatikan dari berbagai hal, khususnya dari hasil analisis kebutuhan terkait.

“Workshop ini, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo. Dalam sambutannya, bapak Drs. Titianto Pauweni, M.Pd., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan workshop ini, yang dianggapnya sedang sangat diperlukan sebagai tambahan ilmu solutif bagi guru-guru di era kurikulum merdeka ini.

“Banyak guru yang sudah tau soal pembelajaran berdiferensiasi, namun masih sulit dalam mengimplementasikannya. Ada baiknya juga kegiatan workshop seperti ini, tidak hanya terbatas untuk guru-guru SD saja, guru-guru SMP juga boleh, artinya jangan hanya SD yang dimajukan, tingkat pedidikan lainya juga perlu (SMP, SMA/K), ujar beliau (Titianto Pauweni),” kata Sitti Roskina Mas.

Workshop ini, kata Sitti Roskina Mas, pada dasarnya terdiri dari 2 bagian yaitu penyampaian materi dan praktek, pada hari pertama penyampaian materi tentang praktik baik dalam pembelajaran manajemen sekolah efektif disampaikan oleh ibu Dr. Jasmaniar, SE., M.Ec. Dev dilanjutkan dengan materi tentang Menjadi Guru Profesional abad 21 antara harapan dan kenyataan disampaikan oleh Bapak Dr. Sutrisno Dj Yunus S.Pd. M,Pd.

“Penyampaian materi diakhiri dengan materi prinsip-prinsip penyusunan asesmen awal dan merancang pelaksanaan pembelajaran yang berdiferensiasi disampaikan oleh ibu Salma Yusuf., M,Pd. Pada hari kedua dilanjutkan dengan praktek dimana para peserta harus membawa laptop, adapun materi yang disampaikan pada hari kedua ini adalah menyusun asesmen pembelajaran yang berdiferisiansi yang disampaikan oleh Bapak Ismet Husain S,Pd M,Pd”

“Selanjutnya penyampaian materi mengenai merancang asesmen berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) disampaikan oleh Bapak Rais Happy S,Pd, M,Pd. Adapun output dari kegiatan ini diharapkan para guru mampu mengoptimalkan pembelajaran berdiferisiansi di era kurikulum merdeka untuk menuju sekolah efektif,” tandasnya.