FIP UNG

Stop Bunuh Diri, Prof. Maryam Rahim: Setiap Orang Butuh Tempat Curhat

fip.ung.ac.id, Gorontalo – Mencegah terjadinya sebuah perbuatan harus dimulai dengan menganalisis penyebab terjadinya perbuatan tersebut. Bunuh diri tentu saja ada penyebabnya. Ditinjau dari karakteristik perkembangan individu, maka penyebab bunuh diri akan berbeda pada setiap usia. Bunuh diri pada remaja bisa saja disebabkan oleh persoalan yang terkait dengan kelompok sosial, mengingat pengaruh kelompok dalam hal ini teman sebaya sangat tinggi di usia remaja. Dibully oleh teman, atau diisolasi dari pertemanan bisa menjadi penyebab timbulnya masalah pada usia remaja, yang bagi remaja tertentu berakhir dengan bunuh diri.

Di samping itu, remaja butuh perhatian dan kasih sayang terutama dari orang tua dan orang dewasa lainnya seperti guru. Kurangnya perhatian dan kasih sayang ini, apalagi jika terjadi konflik berkepanjangan dengan orang tua dan tidak menemukan penyelesaian, maka bunuh diri bisa-bisa menjadi solusi yang dipilih oleh remaja tersebut. Bagi orang dewasa lain lagi penyebab terjadinya bunuh diri. Masalah rumah tangga, masalah ekonomi, dan kurangnya pemahaman tentang ajaran agama pada umumnya menjadi penyebabnya.

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka upaya pencegahan bunuh diri pada remaja berbeda dengan orang dewasa. Pemenuhan kebutuhan mereka, seperti perhatian dan kasih sayang orang tua, terpenuhinya kebutuhan financial, pengawasan dari orang tua dan guru/orang dewasa lainnya, menciptakan suasana keluarga yang harmonis yang diwarnai dengan pola asuh demokratis yang membuka ruang-ruang komunikasi terbuka antara sesama anggota keluarga.

Guru-guru di sekolah perlu menyediakan kondisi fisik dan psikologis sekolah yang membuat nyaman dan menyenangkan bagi semua siswa, guru dan teman-teman menjadi tempat berbagi rasa (curhat), bebas dari perilaku bullying, termasuk akses keperawatan psikologis di mana siswa terbebas dari berbagai beban psikologis disebabkan oleh proses pembelajaran. Peran guru bimbingan dan konseling menjadi sangat penting dalam mencegah terjadi kasus bunuh diri di kalangan siswa/remaja, siswa-siswa perlu dibekali dengan kemampuan menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang positif dan tepat.

Pada orang dewasa, pencegahan perlu dimulai dari adanya persiapan yang matang dalam memasuki kehidupan berkeluarga, baik kesiapan fisik, emosional, maupun kesiapan ekonomi. Media sosial diharapkan tidak mengumbar kehidupan glamor para selebriti yang mengstimulasi keinginan-keinginan pada orang lain untuk bisa merasakan hal yang sama, peran ulama dalam memantapkan pemahaman ajaran agama terutama terkait dengan bunuh diri, perlu dikumandangkan terus menerus, peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat perlu dilakukan secara kontinu dan tepat, dan tidak kalah pentingnya setiap orang dewasa memiliki kekuatan iman sehingga tidak melakukan perilaku-perilaku yang terlarang dari norma agama, norma sosial dan norma hukum. (**)