FIP UNG – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang berlandaskan nilai kejujuran dan akuntabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Integrity Society Movement (ISM) yang dilaksanakan di Aula FIP UNG, Rabu (21/1).
Kesepakatan kerja sama ini menandai dimulainya sinergi antara FIP UNG dan ISM dalam penguatan nilai integritas serta pengembangan gerakan antikorupsi berbasis kampus. Penandatanganan PKS dilakukan oleh Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd bersama Direktur Eksekutif ISM, Sahrul Hikam, S.H., CPM dengan disaksikan oleh dosen, mahasiswa, pimpinan program studi, Tim Zona Integritas FIP UNG, serta para guru besar di lingkungan FIP UNG.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi bertajuk IntegriTalk, sebuah dialog publik yang secara konsisten digagas oleh ISM untuk membangun kesadaran kolektif tentang integritas. Mengusung tema “Membangun Gerakan Antikorupsi Berbasis Kampus dan Kepemudaan di Gorontalo”, forum ini menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk unsur akademisi, legislatif, organisasi kepemudaan, dan pegiat antikorupsi. Narasumber tersebut adalah Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd Dekan FIP UNG, Erwinsyah Ismail, S.I.Kom, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Sahrul Hikam, S.H., CPM, Direktur ISM sekaligus penyuluh antikorupsi, serta Fahrudin F. Salilama, S.IP., M.AP, Ketua KNPI Kota Gorontalo sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dari upaya FIP UNG dalam memperkuat implementasi Zona Integritas. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas layanan akademik tidak dapat dipisahkan dari penguatan nilai integritas di seluruh lini organisasi.
Menurutnya, membangun Zona Integritas bukan sekadar memenuhi indikator administratif, tetapi menuntut perubahan pola pikir dan kebiasaan yang telah mengakar. Proses tersebut membutuhkan komitmen bersama serta konsistensi dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ISM, Sahrul Hikam, S.H., CPM menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki tujuan jangka panjang, yakni menanamkan nilai-nilai integritas sejak level individu hingga menjadi budaya institusional. ISM siap berkolaborasi secara aktif untuk mendukung agenda tersebut.
Ia juga menekankan kesiapan ISM dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan FIP UNG, termasuk melalui fasilitasi sertifikasi Penyuluh Antikorupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam sesi materi, Sahrul Hikam yang merupakan Penyuluh Antikorupsi tersertifikasi KPK, memaparkan konsep dasar antikorupsi serta peran strategis mahasiswa dan pemuda sebagai agen perubahan. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membangun ekosistem sosial yang bersih dan berintegritas, khususnya di daerah.
Dari perspektif legislatif, Erwinsyah Ismail, S.I.Kom. menegaskan perlunya sinergi antara kalangan pemuda, akademisi, serta pemerintah daerah untuk memperkuat penerapan tata kelola pemerintahan yang berintegritas di Gorontalo. Ia menilai forum diskusi seperti ini dapat menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis sekaligus mendorong partisipasi nyata generasi muda.
Hal serupa disampaikan Ketua KNPI Kota Gorontalo, Fahrudin F. Salilama, S.IP., M.AP., yang menekankan bahwa pemuda dituntut berani terlibat aktif dalam menjaga nilai-nilai integritas, baik di ruang publik maupun dalam lingkup organisasi kepemudaan.
Melalui kerja sama ini, FIP UNG dan ISM berharap kampus dapat berperan lebih luas, tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan berintegritas bagi generasi muda Gorontalo.









