Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan tim dosen dalam meraih pendanaan pada Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Hilirisasi Riset Prioritas, Riset Konsorsium Unggulan Berdampak, dan Inovasi Seni Nusantara Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Tim pengusul yang diketuai oleh Muhammad Ibrahim, M.Pd., bersama anggota Endah Setyowati, S.Pd., M.Pd. dan Andi Muttia Yunita Mentari Sayuti, S.Pi., M.Si., mengusung program pengabdian berjudul “Pemberdayaan Perempuan Desa Langgula melalui Inkubasi Bisnis Sosial (Entrepreneurship Sosial) Berbasis Community Partnership.”
Program ini berfokus pada penguatan kapasitas perempuan desa melalui pendekatan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) yang terintegrasi dengan kemitraan komunitas. Melalui skema inkubasi bisnis sosial, masyarakat—khususnya perempuan—akan didampingi dalam mengembangkan ide usaha, meningkatkan keterampilan manajerial, serta membangun jejaring usaha yang berkelanjutan.
Pendekatan community partnership yang diusung dalam program ini menjadi strategi penting dalam memastikan keberlanjutan kegiatan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Langgula.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, program ini juga diharapkan dapat memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui hilirisasi hasil pengabdian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.
Capaian ini semakin menegaskan komitmen UNG dalam menghadirkan program pengabdian yang solutif, aplikatif, dan berdampak luas, sejalan dengan upaya mendukung pembangunan berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.




