FIP UNG – Keindahan pesisir Teluk Tomini menjadi saksi semangat pengabdian mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (FIP UNG). Melalui proyek kolaboratif bertajuk “Penguatan Kesadaran Sosial Masyarakat Desa Lobuto Timur Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling”, mahasiswa BK Angkatan 2023 dan 2025 melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Lobuto Timur, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, pada 5–7 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan implementasi kolaboratif dari Mata Kuliah BK di Masyarakat dan BK Sosial yang diampu oleh Dr. Ilham Khairi Siregar, S.Pd., M.Pd., serta Mata Kuliah Kearifan Lokal yang diampu oleh Mohamad Rizal Pautina, S.Pd., M.Pd. Melibatkan remaja dan masyarakat setempat, program ini menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu konseling dengan kebutuhan sosial masyarakat.


Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Dekan III FIP UNG, Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., yang memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan layanan Bimbingan dan Konseling secara langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga wadah pengembangan keterampilan organisasi, komunikasi, kerja sama, serta penguatan kompetensi mahasiswa dalam memberikan layanan konseling berbasis kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan program juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Lobuto Timur, Arifin Abdul Kadir. Sambutan hangat yang diberikan menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam membangun masyarakat yang lebih sadar dan peduli terhadap berbagai persoalan sosial. Bahkan, selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diperkenankan menggunakan rumah kepala desa sebagai posko utama kegiatan.

Pada hari pertama, mahasiswa menghadirkan dua kegiatan edukatif bagi masyarakat. Sosialisasi tentang mitigasi bencana yang disampaikan oleh Salim Korompot, S.Pd., M.Pd. memberikan pemahaman kepada warga mengenai kesiapsiagaan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi situasi darurat. Selanjutnya, remaja dan pemuda desa memperoleh edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA melalui materi yang disampaikan oleh Jumadi Mori Salam Tuasikal, S.Pd., M.Pd. Materi tersebut membahas pengertian NAPZA, dampak penyalahgunaan, faktor penyebab, hingga strategi pencegahannya.

Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi bersama Karang Taruna Desa Lobuto Timur. Forum ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kondisi sosial masyarakat sekaligus membangun kolaborasi dalam mendukung keberhasilan program pengabdian.

Memasuki hari kedua, suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan senam bersama yang melibatkan masyarakat desa. Setelah itu, mahasiswa melakukan pendekatan door to door untuk menggali informasi mengenai kondisi sosial warga melalui wawancara langsung. Data yang diperoleh kemudian menjadi dasar dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling berbasis kearifan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pada malam harinya, masyarakat kembali mendapatkan edukasi melalui sosialisasi bertema “Hidup Berkeluarga yang Sehat” yang disampaikan oleh Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd. Kegiatan ini membahas pentingnya membangun keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan sejahtera sebagai fondasi terciptanya kehidupan sosial yang sehat.

Hari terakhir kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas yang memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan bakti sosial berupa pembersihan kawasan pesisir pantai, kantor desa, dan masjid. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai permainan outbound yang melibatkan mahasiswa dan warga. Salah satu permainan yang paling menarik perhatian adalah benteng pertahanan, yang berhasil menciptakan suasana penuh keakraban dan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat, khususnya para remaja desa.


Apresiasi terhadap kegiatan ini juga datang dari masyarakat setempat. Salah seorang warga Desa Lobuto Timur menyampaikan bahwa program yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata karena tidak hanya menambah wawasan masyarakat, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dan berguna bagi masyarakat. Kami berharap program serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan banyak manfaat dan membantu meningkatkan kesadaran sosial masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa BK FIP UNG tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung. Di tengah pesona Teluk Tomini yang memukau, kegiatan ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak, memperkuat kepedulian sosial, serta menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik Bimbingan dan Konseling yang humanis dan bermakna.






